Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا يَحْزُنُهُمُ الْـفَزَعُ الْاَ كْبَرُ وَتَتَلَقّٰٮهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ ۗ هٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِيْ كُنْـتُمْ تُوْعَدُوْنَ
laa yahzunuhumul-faza'ul-akbaru wa tatalaqqoohumul-malaaa-ikah, haazaa yaumukumullazii kungtum tuu'aduun
"Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 103)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَقَا لَ اللّٰهُ لَا تَـتَّخِذُوْۤا اِلٰهَيْنِ اثْنَيْنِ ۚ اِنَّمَا هُوَ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۚ فَاِ يَّايَ فَا رْهَبُوْنِ
wa qoolallohu laa tattakhizuuu ilaahainisnaiin, innamaa huwa ilaahuw waahidung fa iyyaaya far-habuun
"Dan Allah berfirman, "Janganlah kamu menyembah dua Tuhan; hanyalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.""
(QS. An-Nahl 16: Ayat 51)
Allah menciptakan langit dan bumi bukan tanpa tujuan. Dalam Islam, ada beberapa alasan yang bisa dipahami dengan bahasa sederhana seperti anak kelas 9:
1. Supaya kita mengenal Allah
Allah ingin manusia tahu bahwa Dia itu Maha Pencipta. Dengan melihat langit yang luas, bintang, matahari, dan bumi yang indah, kita jadi sadar bahwa semua ini tidak mungkin terjadi sendiri.
Ini berkaitan dengan konsep Tauhid yaitu meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan.
2. Sebagai tanda kekuasaan Allah
Langit dan bumi adalah bukti nyata bahwa Allah itu Maha Kuasa.
Misalnya: siang dan malam berganti, hujan turun, tumbuhan tumbuh. Semua itu tanda kebesaran-Nya.
3. Untuk tempat hidup dan ujian manusia
Bumi diciptakan sebagai tempat kita hidup. Di sinilah kita diuji: apakah kita jadi orang baik atau tidak.
Ini berkaitan dengan tujuan hidup manusia yaitu beribadah kepada Allah.
4. Supaya manusia berpikir
Allah ingin manusia menggunakan akalnya. Dengan melihat alam semesta, kita diajak berpikir: “Siapa yang menciptakan semua ini?”
Orang yang berpikir biasanya akan semakin dekat dengan Allah.
5. Sebagai nikmat (karunia)
Langit dan bumi penuh dengan nikmat: udara, air, makanan, dan keindahan. Semua itu diberikan supaya kita bersyukur.
Kesimpulan sederhana:
Allah menciptakan langit dan bumi agar manusia:
mengenal-Nya
melihat kekuasaan-Nya
diuji dalam hidup
berpikir
dan bersyukur
Secara ringkas, di Universitas Terbuka (UT) di Indonesia, Islam tidak diajarkan sebagai “aliran tertentu” (seperti mazhab atau kelompok), tapi lebih ke kajian akademik yang netral dan luas. Biasanya masuk dalam mata kuliah seperti Pendidikan Agama Islam atau studi keislaman.
Berikut tipe kajian Islam yang dipelajari di UT:
1. Islam Normatif (Dasar)
Aqidah (iman kepada Allah, rasul, dll)
Ibadah (shalat, puasa, zakat)
Akhlak (etika dalam Islam)
➡️ Ini fokus ke ajaran dasar yang disepakati semua Muslim.
2. Islam Historis
Sejarah Nabi dan sahabat
Perkembangan peradaban Islam
Masuknya Islam ke Indonesia
➡️ Membantu memahami konteks, bukan perdebatan aliran.
3. Islam Kontekstual (Kehidupan Modern)
Islam dan teknologi
Islam dan sosial masyarakat
Etika kerja, pendidikan, dan kehidupan kampus
➡️ Bagaimana Islam diterapkan di dunia modern.
4. Pendekatan Moderat (Wasathiyah)
Tidak condong ke aliran ekstrem
Mengajarkan toleransi dan keseimbangan
Sejalan dengan nilai di Indonesia
Kesimpulan
UT tidak mengajarkan satu aliran khusus seperti Salafi, NU, Muhammadiyah, dll.
Yang diajarkan adalah:
✔️ Islam secara umum (Ahlus Sunnah dasar)
✔️ Pendekatan akademik & moderat
✔️ Fokus ke pemahaman, bukan perdebatan